Mengapa Anda perlu ikut Pelatihan Character
Building? - Karena
seperti kita ketahui dalam perjalanan dan pengalaman
hidup yang dimulai dari sejak kecil, disadari maupun tidak disadari
dapat mempengaruhi seseorang dalam menjalani kehidupannya di saat sekarang dan
yang akan datang dan membentuk dirinya dengan karakter-karakter yang
didapatnya. Mereka dapat mengembangkan diri dengan sangat baik, penuh semangat
dan berprestasi, bisa juga dapat membatasi dirinya, kurang percaya diri, penakut
dan hidup dalam bayang-bayang negatif masa lalunya.
Pelatihan Character Building memberikan kepada
peserta tentang bagaimana perbaikan pandangan, sikap, dan perilaku terhadap
diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Kemudian mengarahkan untuk mengenal
semua kekuatan diri sendiri secara positif; menerima diri sendiri apa adanya,
lalu mau berdamai, bersyukur, dan yakin dengan diri sendiri; mengembangkan diri
dengan pikiran, perkataan dan perasaan positif untuk mengoptimalisasikan semua
potensi dan bakat terpendam di dalam diri; dan memotivasi diri untuk menjadi
seorang pribadi yang sukses dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi; serta
menggunakan kecerdasan emosi (EQ) dalam menyelesaikan masalah.
PAKET
PROGRAM CHARACTER BUILDING SERIES
Paket Program Pelatihan Character Building Series ini
merupakan paket lengkap pelatihan pembangunan dan pengembangan karakter yang
mengantarkan peserta tentang bagaimana perbaikan pandangan, sikap, dan perilaku
terhadap diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Kemudian mengarahkan
untuk mengenal semua kekuatan diri sendiri secara positif; menerima diri
sendiri apa adanya, lalu mau berdamai, bersyukur, dan yakin dengan diri
sendiri; mengembangkan diri dengan pikiran, perkataan dan perasaan positif
untuk mengoptimalisasikan semua potensi dan bakat terpendam di dalam diri; dan
memotivasi diri untuk menjadi seorang pribadi yang sukses dalam pekerjaan dan
kehidupan pribadi; serta menggunakan kecerdasan emosi (EQ) dalam menyelesaikan
masalah.
Paket Program Pelatihan Character Building Series terdiri dari
:
MANFAAT
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta sudah mampu untuk :
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta sudah mampu untuk :
- Memahami mekanisme pikiran dan tindakan
- Memanfaatkan 88% potensi otak untuk mencapai kesuksesan
- Menyeimbangkan antara tubuh, pikiran dan jiwa
- Memahami potensi diri yang tiada batas
- Memahami pembentuk karakter dalam diri
- Mengembangkan diri dengan sumber daya yang Anda miliki
- Mengetahui program-program yang bekerja pada pikiran
- Memahami perubahan sebuah fase normal dalam perbaikan kehidupan
- Mengaplikasikan sikap, pola pikir dan perilaku dalam kehidupan positif
- Mengendalikan emosi negatif dalam diri, peka terhadap perasaan sendiri dan orang lain, dan selalu tenang dalam situasi sulit
- Memahami dan meningkatkan kekuatan bersyukur dan berterimakasih
- Menetapkan target dan strategi dalam mewujudkannya
- Menggunakan pikiran bawah sadar dalam merencanakan target
- Menguatkan keyakinan dalam setiap tahap proses
- Memahami hukum ketertarikan semesta
- Menggunakan pikiran dan proses berfikir dalam motivasi dan perencanaan
- Memotivasi diri dan menjaga fokus untuk konsisten dalam proses menuju impian
Silahkan Anda menghubungi kami untuk
mendapatkan silabus pelatihan Character Building Series dan penjelasan
lebih detail untuk modul pelatihan ini.
CB1 – POSITIVE MENTAL BUILDING
Membangun Karakter Diri Dengan Pikiran, Perasaan, Perkataan Dan Perilaku
Yang Positif
Anda pasti sudah mengetahui bahwa manusia adalah
pribadi yang unik, dengan pikirannya dapat membentuk karakter dirinya, karena
setiap pikiran dapat memiliki persepsi yang berbeda dari tiap orang yang
menerima informasi dari luar maupun dari lintasan pikiran di kepalanya. Belum
lagi dipengaruhi oleh keadaan emosi hatinya dan kesehatan atau keadaan tubuhnya
yang dapat membentuk karakter seseorang.
Dan betapa luar biasanya jika Anda dapat mengelola
kondisi pikiran dan mental dalam menghadapi kejadian-kejadian kehidupan dan
persepsi yang timbul karena lintasan pikiran tersebut, yang kemudian dirubah
menjadi motivasi dan tantangan untuk meningkatkan prestasi dan membentuk
karakter yang positif. Setiap manusia sudah diberikan sumberdaya di dalam
dirinya untuk dapat berubah menjadi lebih baik dan semakin lebih baik dalam
kehidupannya. Dalam pembentukan karakter positif, selain pemikiran yang positif
juga sangat berkaitan erat dengan perkataan dan perasaan yang positif.
Pelatihan Character Building – Positive Mental
Building ini akan mengantar Anda kepada perbaikan pandangan, sikap, dan
perilaku terhadap diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Kemudian
mengarahkan Anda untuk mengenal semua sumber daya dan mengoptimalisasikannya,
dan mampu membentuk mental yang positif dari pikiran, perasaan, perkataan dan
prilaku dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi.
CB2 – COACH YOURSELF
Membangun Karakter Diri Dalam Merencanakan Dan Mewujudkan Impian
Apakah Anda sudah merencanakan hidup Anda di masa
depan dengan impian Anda, rencana yang jelas di kehidupan pekerjaan dan pribadi
untuk minggu depan, bulan depan ataupun tahun depan? Kemanakah Anda akan
arahkan perjalanan Anda? Apakah sumber daya Anda sudah mencukupi? Apakah ada
konflik dengan nilai-nilai Anda?
Betapa luar biasanya jika Anda dapat mewujudkan impian
dengan menyusun rencana-rencana matang yang diperlukan, dan dengan selalu
menjaga motivasi, fokus serta antusias Anda terhadap target yang telah Anda
tetapkan. Dengan berpijak pada masa kini dan target masa depan Anda serta
menggunakan hal-hal positif di masa lalu yang akan membantu Anda untuk
mengidentifikasi sejumlah pilihan serta solusi dan langkah-langkah yang diambil
untuk mencapainya. Dan bayangkan apa jadinya jika Anda dengan mudah, terencana
dan sangat yakin untuk mendapatkan yang Anda inginkan dari pilihan-pilihan
Anda.
Pelatihan CXharacter Building – Coach Your Self ini
akan mengantar peserta kepada perbaikan pandangan, sikap, dan perilaku terhadap
diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Kemudian bagaimana menjalani
proses perubahan yang terbaik dan ternyaman agar pikiran, hati dan tubuh pun
dapat mendukung perubahan yang diinginkan. Setiap manusia sudah diberikan
sumberdaya di dalam dirinya untuk dapat berubah menjadi lebih baik dan semakin
lebih baik dalam kehidupannya.
CB3 – HAPPINESS MASTERY
Membangun Karakter Diri Dalam Menciptakan dan Menikmati Kebahagiaan
Apakah setiap hari Anda bekerja dengan penuh bahagia?
Apakah sekarang Anda sukses sebagaimana yang Anda inginkan dalam hubungan
sosial, gaya hidup, karier, dan keuangan? Bagaimana Anda menikmati kebahagiaan?
Apakah Anda selalu menciptakan kebahagiaan itu? Dimanakah level kehidupan Anda?
Anda tentu sudah tahu jika bahagia atau sedih, berani
atau takut, adalah pilihan yang diputuskan dari internal Anda melalui pemikiran
dan perasaan, dan setiap orang mampu untuk menciptakan suasana yang
diinginkannya sehingga membuat hari-hari dalam kehidupannya lebih nyaman.
Pelatihan Character Building – Happiness Mastery ini
akan mengantar peserta kepada bagaimana berdamai dengan diri Anda melalui
pikiran dan perasaan Anda, Bagaimana cara untuk memunculkan pilihan yang lebih
baik sehingga kehidupan Anda lebih nyaman dengan beberapa latihan yang
menguatkan kepositifan Anda.
Silahkan Anda menghubungi kami untuk
mendapatkan silabus pelatihan Character Building Series dan penjelasan
lebih detail untuk modul pelatihan ini.
“Bersyukur dan menghargai apapun yang Anda punya
saat ini, menjadi modal besar untuk harapan dan mimpi Anda di masa
depan……”
KRISIS
KARAKTER DI KALANGAN PEMUDA
Pemuda
dengan berbagai karakteristiknya memiliki peranan dan fungsi yang sangat
strategis dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Paling tidak ada tiga
peran dan fungsi pemuda: pertama, agent of change; kedua, social
of control, dan ketiga, moral force.
Sebagai agent
of change mahasiswa dituntut bukan hanya menjadi bagian dari perubahan
saja, melainkan pencetus perubahan itu sendiri. Sebagai agent of change,
mahasiswa mempunyai tanggung jawab besar dalam membuat perubahan-perubahan
mendasar dalam masyarakat, apalagi saat ini dinamika masyarakat begitu cepat
berubah seiring perubahan global. Dalam konteks seperti ini, pemuda dapat
memfungsikan diri melalui sikap kritis, semangat berubah dan ide-ide cerdasnya
mengatasi kemandekan berpikir dalam masyarakat. Cara pandang sempit diarahkan
kepada paradigma yang holistik dan komprehensif. Peran pemuda sebagai social
of control terjadi ketika ada yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat
dan pemerintah. Saat ini di Indonesia, masyarakat merasakan bahwa pemerintah
hanya memikirkan dirinya sendiri dalam bertindak. Usut punya usut, pemerintah
tidak menepati janji yang telah diumbar-umbar dalam kampanye mereka. Kasus
hukum, korupsi, dan pendidikan merajalela dalam kehidupan berbangsa bernegara.
Inilah potret mengapa pemuda yang notabene sebagai anak rakyat harus bertindak
dengan ilmu dan kelebihan yang dimilikinya. Namun, perbuatan pemuda dalam social
of control tidak berarti turun ke jalan saja, tapi juga dengan hal yang
substansial, contohnya melalui diskusi. Dengan didukungnya pokok-pokok pikiran
yang didapatkan melalui diskusi, pemuda hemat penulis akan mejadi lebih bijak
dalam mengubah hal yang tidak beres dalam masyarakat maupun pemerintah. Yang
terakhir sebagai moral force. Dalam sejarahnya memang banyak sekali
kiprah mahasiswa yang telah menorehkan tinta emas bagi perjuangan bangsa
seperti telah penulis uraikan sekilas di muka. Secara moralitas pemuda harus
mampu bersikap dan bertindak lebih baik dari yang lainnya karena mereka
mempunyai latar belakang sebagai kaum intelektual, di mana mereka mengatakan
yang benar itu adalah benar dengan penuh kejujuran, keberanian, dan rendah
hati. Pemuda juga dituntut untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya dan
terbuka kepada siapa saja.
Sayangnya
pemuda-pemuda yang dapat menjadi agent of change, social of control dan
moral force, sulit kita jumpai pada hari ini. Mungkinkah karena
globalisasi? Adanya globalisasi seringkali dituding membawa dampak buruk dalam
karakter para pemuda-pemuda kita. Ibarat cerita Raja Midas yang menginginkan
setiap yang disentuhnya menjadi emas, ternyata ketika keinginannya dikabulkan
dia tidak semakin senang, tetapi semakin resah bahkan gila. Sebab, tidak saja
rumah dan seisi rumah yan menjadi emas, tetapi istri dan anak yang disentuh pun
menjadi emas sehingga sang raja pun akhirnya meratapi nasib yang kesepian tanpa
ada makhluk hidup yang mendampinginya. Tak banyak pemuda-pemuda hari ini yang
mempunyai idealisme, patriotisme dan nasionalisme yang bagus meskipun
globalisasi menawarkan banyak kesenangan dan kemudahan.
Hal ini
dikuatkan dengan kenyataan bahwa pemuda-pemuda hari ini banyak yang mengalami
krisis karakter. Tawuran antar pelajar atau antar mahasiswa, meningkatnya
kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkoba, maraknya pergaulan bebas, dan
lain-lain. Hal ini merupakan beberapa contoh betapa pemuda-pemuda pada hari ini
banyak yang “bermasalah”. Belum lagi banyak sekali pemuda saat ini yang
terjebak dalam lingkaran apatisme, hedonisme dan semacamnya yang semuanya
mengarah pada satu hal yang disebut “anti sosial”, dan mungkin saja ini karena
ketidaksiapan karakter pemuda dalam menghadapi era globalisasi.
Para pemuda
adalah calon generasi penerus, dan calon pemimpin negara dan bangsa masa depan.
Tanpa karakter yang kuat yang dimiliki para pemuda, maka akan memiliki resiko
yang besar di masa yang akan datang bagi bangsa ini. Kita dapat melihat bahwa
pergaulan dunia yang semakin tanpa batas, seperti ekonomi global dimana
konsumen dan produsen (coorporations) tanpa mengenal batas-batas negara,
setiap konsumen hanya mau membeli barang dan jasa dengan kualitas terbaik dan
harga termurah dari manapun asalnya atau siapa pembuatnya. Lihatlah Negara Cina
yang telah merambah dan mengusai pasar global. Oleh karena itu perlu dibangun
karakter atau watak yang kuat di kalangan pemuda sebagai jaminan masa depan
negara kita: Indonesia.
RESEP
PENDIDIKAN KARAKTER BAGI PEMUDA
Pendidikan
karakter memang diperlukan untuk memperbaiki krisis karakter yang sedang
dialami oleh para pemuda pada saat ini. Menurut Mochtar Buhori, pendidikan
karakter seharusnya membawa seseorang ke pengenalan nilai secara kognitif,
penghayatan nilai secara afektif, dan akhirnya ke pengamalan nilai secara
nyata.
Banyak hasil
penelitian yang membuktikan bahwa karakter seseorang dapat mempengaruhi
kesuksesan seseorang. Di antaranya berdasarkan penelitian di Harvard
University, Amerika Serikat, yang ternyata kesuksesan seseorang tidak
ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill)
saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill).
Penelitian ini mengungkapkan bahwa kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20
persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill.
Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih
banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini
mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter sangat urgen untuk ditingkatkan.
Dengan
pendidikan karakter seorang pemuda semestinya akan menjadi cerdas emosinya.
Kecerdasan emosi adalah bekal terpenting dalam mempersiapkan pemuda menyongsong
masa depannya, karena dengannya seseorang akan dapat berhasil dalam menghadapi
segala macam tantangan termasuk tantangan untuk berhasil secara akademik maupun
non akademik.
Hal ini
dikuatkan dengan pandangan Daniel Goleman, bahwa keberhasilan seseorang di
masyarakat, ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi (EQ) dan hanya
20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Seseorang yang mempunyai
masalah dalam kecerdasan emosinya akan mengalami kesulitan belajar, bergaul,
dan tidak dapat mengontrol emosinya. Sebaliknya para pemuda yang berkarakter
atau mempunyai kecerdasan emosi tinggi akan terhindar dari masalah-masalah umum
yang dihadapi oleh pemuda lainnya seperti kenakalan, tawuran, narkoba,
miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya.
Begitu
pentingnya pendidikan karakter, sampai-sampai beberapa negara maju seperti
Amerika Serikat, Jepang, dan Cina sudah menerapkan model pendidikan karakter.
Hasil penelitian di negara-negara ini menyatakan bahwa implementasi pendidikan
karakter yang tersusun secara sistematis, berdampak positif pada pencapaian
akademis.
Di Indonesia
pendidikan karakter sebenarnya sudah lama digagas dan diimplementasikan dalam
pembelajaran di sekolah-sekolah, khususnya dalam pendidikan agama, pendidikan
kewarganegaraan dan sebagainya. Namun implementasi pendidikan karakter itu
masih terseok-seok dan belum optimal. Itu karena pendidikan karakter bukanlah
sebuah proses menghapal materi soal ujian, dan teknik-teknik menjawabnya. Pendidikan
karakter memerlukan pembiasaan. Pembiasaan untuk berbuat baik, pembiasaan untuk
berlaku jujur, ksatria, malu berbuat curang, malu bersikap malas, malu
membiarkan lingkungannya kotor. Karakter tidak terbentuk secara instan, tapi
harus dilatih secara serius dan proporsional agar mencapai bentuk dan kekuatan
yang ideal.
Dalam Bab
II, Dasar, Fungsi dan Tujuan, Pasal 3, UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, juga mengisyaratkan tentang pentingnya
pendidikan karakter:
Pendidikan
Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.
Jika bangsa
ini konsisten dan mempunyai tekad yang kuat untuk “mengarusutamakan” pendidikan
karakter di kalangan pemuda, tentu bisa direalisasikan. Bagi Indonesia sekarang
ini, pendidikan karakter di kalangan pemuda juga berarti melakukan usaha
sungguh-sungguh, sistematik dan berkelanjutan untuk membangkitkan dan
menguatkan kesadaran serta keyakinan bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih
baik tanpa membangun dan menguatkan karakter para pemuda-pemuda Indonesia.
Dengan kata lain, tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan
tanpa kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri, tanpa kegigihan, tanpa
semangat belajar yang tinggi, tanpa mengembangkan rasa tanggung jawab, tanpa
memupuk persatuan di tengah-tengah kebhinekaan, tanpa semangat berkontribusi
bagi kemajuan bersama, serta tanpa rasa percaya diri dan optimisme yang
mestinya dapat tumbuh di kalangan pemuda sebagai pemegang tongkat estafet
kepemimpinan bangsa ini kelak.
Pendidikan
karakter dilakukan melalui pendidikan nilai-nilai atau kebajikan yang menjadi
nilai dasar karakter bangsa. Kebajikan yang menjadi atribut suatu karakter pada
dasarnya adalah nilai. Oleh karena itu, pendidikan karakter pada dasarnya
adalah pengembangan nilai-nilai yang berasal dari pandangan hidup atau ideologi
bangsa Indonesia, agama, budaya, dan nilai-nilai yang terumuskan dalam tujuan
pendidikan nasional.
Nilai-nilai
yang dikembangkan dalam pendidikan karakter di Indonesia diidentifikasi berasal
dari empat sumber. Pertama, Agama. Masyarakat Indonesia merupakan
masyarakat beragama. Oleh karena itu, kehidupan individu, masyarakat dan bangsa
selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaannya. Secara politis, kehidupan
kenegaraan pun didasari pada nilai-nilai yang berasal dari agama. Karenanya,
nilai-nilai pendidikan karakter harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah
yang berasal dari agama.
Kedua, Pancasila.
Negara Kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsip-prinsip kehidupan
kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila. Pancasila terdapat pada
Pembukaan UUD 1945 yang dijabarkan lebih lanjut ke dalam pasal-pasal yang
terdapat dalam UUD 1945. Artinya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi,
kemasyarakatan, budaya dan seni. Pendidikan budaya dan karakter bangsa
bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik
yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilai-nilai
Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara.
Ketiga, Budaya.
Sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang
tidak didasari nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat tersebut. Nilai budaya
ini dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep dan arti dalam
komunikasi antar anggota masyarakat tersebut. Posisi budaya yang demikian
penting dalam kehidupan masyarakat mengharuskan budaya menjadi sumber nilai
dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.
Keempat, Tujuan
Pendidikan Nasional. UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional telah merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional
yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. Tujuan
pendidikan nasional sebagai rumusan kualitas yang harus dimiliki oleh setiap
warga negara Indonesia, dikembangkan oleh berbagai satuan pendidikan di
berbagai jenjang dan jalur. Tujuan pendidikan nasional memuat berbagai nilai kemanusiaan
yang harus dimiliki warga negara Indonesia. Oleh karena itu, tujuan pendidikan
nasional adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan
budaya dan karakter bangsa.
Berdasarkan
keempat sumber nilai tersebut, teridentifikasi sejumlah nilai untuk pendidikan
karakter seperti tabel 2.1 sebagai berikut:
Tabel 1
Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Karakter
Yang Dapat Dikembangkan Di Kalangan Pemuda
|
No
|
Nilai
|
Deskripsi
|
|
1
|
Religius
|
Sikap dan
perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran
terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama
lain.
|
|
2
|
Jujur
|
Perilaku
yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat
dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
|
|
3
|
Toleransi
|
Sikap dan
tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan
tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
|
|
4
|
Disiplin
|
Tindakan
yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
|
|
5
|
Kerja
Keras
|
Perilaku
yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan
belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
|
|
6
|
Kreatif
|
Berpikir
dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu
yang telah dimiliki.
|
|
7
|
Mandiri
|
Sikap dan
perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan
tugas-tugas.
|
|
8
|
Demokratis
|
Cara
berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya
dan orang lain.
|
|
9
|
Rasa Ingin
Tahu
|
Sikap dan
tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari
sesuatu yang dipelajarinya, dilihat atau didengar.
|
|
10
|
Semangat
Kebangsaan
|
Cara
berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan
negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
|
|
11
|
Cinta
Tanah Air
|
Cara
berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan
negara di atas diri dan kelompoknya.
|
|
12
|
Menghargai
Prestasi
|
Sikap dan
tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi
masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan oran lain.
|
|
13
|
Bersahabat/
Komunikatif
|
Tindakan
yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerjasama dengan
orang lain.
|
|
14
|
Cinta
Damai
|
Sikap,
perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman
atas kehadiran dirinya.
|
|
15
|
Gemar
Membaca
|
Kebiasaan
menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan
bagi dirinya.
|
|
16
|
Peduli
Lingkungan
|
Sikap dan
tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di
sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam
yang sudah terjadi.
|
|
17
|
Peduli
sosial
|
Sikap dan
tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat
yang membutuhkan.
|
|
18
|
Tanggung
jawab
|
Sikap dan
perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya
dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan (alam, sosial,
dan budaya), negara, dan Tuhan YME.
|
Delapan
belas nilai untuk pendidikan karakter di atas dapat ditambah atau dikurangi
dengan menyesuaikan kebutuhan di kalangan pemuda.
semoga bermanfaat....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar