Sabtu, 14 Januari 2017

CHARACTER BUILDING SERIES

Mengapa Anda perlu ikut Pelatihan Character Building? - Karena seperti kita ketahui dalam perjalanan dan pengalaman hidup yang dimulai dari sejak kecil, disadari maupun tidak disadari dapat mempengaruhi seseorang dalam menjalani kehidupannya di saat sekarang dan yang akan datang dan membentuk dirinya dengan karakter-karakter yang didapatnya. Mereka dapat mengembangkan diri dengan sangat baik, penuh semangat dan berprestasi, bisa juga dapat membatasi dirinya, kurang percaya diri, penakut dan hidup dalam bayang-bayang negatif masa lalunya.
Pelatihan Character Building memberikan kepada peserta tentang bagaimana perbaikan pandangan, sikap, dan perilaku terhadap diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Kemudian mengarahkan untuk mengenal semua kekuatan diri sendiri secara positif; menerima diri sendiri apa adanya, lalu mau berdamai, bersyukur, dan yakin dengan diri sendiri; mengembangkan diri dengan pikiran, perkataan dan perasaan positif untuk mengoptimalisasikan semua potensi dan bakat terpendam di dalam diri; dan memotivasi diri untuk menjadi seorang pribadi yang sukses dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi; serta menggunakan kecerdasan emosi (EQ) dalam menyelesaikan masalah.
                                                                                     
PAKET PROGRAM CHARACTER BUILDING SERIES
Paket Program Pelatihan Character Building Series ini merupakan paket lengkap pelatihan pembangunan dan pengembangan karakter yang mengantarkan peserta tentang bagaimana perbaikan pandangan, sikap, dan perilaku terhadap diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Kemudian mengarahkan untuk mengenal semua kekuatan diri sendiri secara positif; menerima diri sendiri apa adanya, lalu mau berdamai, bersyukur, dan yakin dengan diri sendiri; mengembangkan diri dengan pikiran, perkataan dan perasaan positif untuk mengoptimalisasikan semua potensi dan bakat terpendam di dalam diri; dan memotivasi diri untuk menjadi seorang pribadi yang sukses dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi; serta menggunakan kecerdasan emosi (EQ) dalam menyelesaikan masalah.
Paket Program Pelatihan Character Building Series terdiri dari :

MANFAAT
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta sudah mampu untuk :
  • Memahami mekanisme pikiran dan tindakan
  • Memanfaatkan 88% potensi otak untuk mencapai kesuksesan
  • Menyeimbangkan antara tubuh, pikiran dan jiwa
  • Memahami potensi diri yang tiada batas
  • Memahami pembentuk karakter dalam diri
  • Mengembangkan diri dengan sumber daya yang Anda miliki
  • Mengetahui program-program yang bekerja pada pikiran
  • Memahami perubahan sebuah fase normal dalam perbaikan kehidupan
  • Mengaplikasikan sikap, pola pikir dan perilaku dalam kehidupan positif
  • Mengendalikan emosi negatif dalam diri, peka terhadap perasaan sendiri dan orang lain, dan selalu tenang dalam situasi sulit
  • Memahami dan meningkatkan kekuatan bersyukur dan berterimakasih
  • Menetapkan target dan strategi dalam mewujudkannya
  • Menggunakan pikiran bawah sadar dalam merencanakan target
  • Menguatkan keyakinan dalam setiap tahap proses
  • Memahami hukum ketertarikan semesta
  • Menggunakan pikiran dan proses berfikir dalam motivasi dan perencanaan
  • Memotivasi diri dan menjaga fokus untuk konsisten dalam proses menuju impian
Silahkan Anda menghubungi kami untuk mendapatkan silabus pelatihan Character Building Series dan penjelasan lebih detail untuk modul pelatihan ini.
CB1 – POSITIVE MENTAL BUILDING
Membangun Karakter Diri Dengan Pikiran, Perasaan, Perkataan Dan Perilaku Yang Positif
Anda pasti sudah mengetahui bahwa manusia adalah pribadi yang unik, dengan pikirannya dapat membentuk karakter dirinya, karena setiap pikiran dapat memiliki persepsi yang berbeda dari tiap orang yang menerima informasi dari luar maupun dari lintasan pikiran di kepalanya. Belum lagi dipengaruhi oleh keadaan emosi hatinya dan kesehatan atau keadaan tubuhnya yang dapat membentuk karakter seseorang.
Dan betapa luar biasanya jika Anda dapat mengelola kondisi pikiran dan mental dalam menghadapi kejadian-kejadian kehidupan dan persepsi yang timbul karena lintasan pikiran tersebut, yang kemudian dirubah menjadi motivasi dan tantangan untuk meningkatkan prestasi dan membentuk karakter yang positif. Setiap manusia sudah diberikan sumberdaya di dalam dirinya untuk dapat berubah menjadi lebih baik dan semakin lebih baik dalam kehidupannya. Dalam pembentukan karakter positif, selain pemikiran yang positif juga sangat berkaitan erat dengan perkataan dan perasaan yang positif.
Pelatihan Character Building – Positive Mental Building ini akan mengantar Anda kepada perbaikan pandangan, sikap, dan perilaku terhadap diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Kemudian mengarahkan Anda untuk mengenal semua sumber daya dan mengoptimalisasikannya, dan mampu membentuk mental yang positif dari pikiran, perasaan, perkataan dan prilaku dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi.
CB2 – COACH YOURSELF
Membangun Karakter Diri  Dalam Merencanakan Dan Mewujudkan Impian
Apakah Anda sudah merencanakan hidup Anda di masa depan dengan impian Anda, rencana yang jelas di kehidupan pekerjaan dan pribadi untuk minggu depan, bulan depan ataupun tahun depan? Kemanakah Anda akan arahkan perjalanan Anda? Apakah sumber daya Anda sudah mencukupi? Apakah ada konflik dengan nilai-nilai Anda?
Betapa luar biasanya jika Anda dapat mewujudkan impian dengan menyusun rencana-rencana matang yang diperlukan, dan dengan selalu menjaga motivasi, fokus serta antusias Anda terhadap target yang telah Anda tetapkan. Dengan berpijak pada masa kini dan target masa depan Anda serta menggunakan hal-hal positif di masa lalu yang akan membantu Anda untuk mengidentifikasi sejumlah pilihan serta solusi dan langkah-langkah yang diambil untuk mencapainya. Dan bayangkan apa jadinya jika Anda dengan mudah, terencana dan sangat yakin untuk mendapatkan yang Anda inginkan dari pilihan-pilihan Anda.
Pelatihan CXharacter Building – Coach Your Self ini akan mengantar peserta kepada perbaikan pandangan, sikap, dan perilaku terhadap diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Kemudian bagaimana menjalani proses perubahan yang terbaik dan ternyaman agar pikiran, hati dan tubuh pun dapat mendukung perubahan yang diinginkan. Setiap manusia sudah diberikan sumberdaya di dalam dirinya untuk dapat berubah menjadi lebih baik dan semakin lebih baik dalam kehidupannya.
CB3 – HAPPINESS MASTERY
Membangun Karakter Diri  Dalam Menciptakan dan Menikmati Kebahagiaan
Apakah setiap hari Anda bekerja dengan penuh bahagia? Apakah sekarang Anda sukses sebagaimana yang Anda inginkan dalam hubungan sosial, gaya hidup, karier, dan keuangan? Bagaimana Anda menikmati kebahagiaan? Apakah Anda selalu menciptakan kebahagiaan itu? Dimanakah level kehidupan Anda?
Anda tentu sudah tahu jika bahagia atau sedih, berani atau takut, adalah pilihan yang diputuskan dari internal Anda melalui pemikiran dan perasaan, dan setiap orang mampu untuk menciptakan suasana yang diinginkannya sehingga membuat hari-hari dalam kehidupannya lebih nyaman.
Pelatihan Character Building – Happiness Mastery ini akan mengantar peserta kepada bagaimana berdamai dengan diri Anda melalui pikiran dan perasaan Anda, Bagaimana cara untuk memunculkan pilihan yang lebih baik sehingga kehidupan Anda lebih nyaman dengan beberapa latihan yang menguatkan kepositifan Anda.
Silahkan Anda menghubungi kami untuk mendapatkan silabus pelatihan Character Building Series dan penjelasan lebih detail untuk modul pelatihan ini.
 “Bersyukur dan menghargai apapun yang Anda punya saat ini, menjadi modal besar untuk harapan dan mimpi Anda di masa depan……”

KRISIS KARAKTER DI KALANGAN PEMUDA
Pemuda dengan berbagai karakteristiknya memiliki peranan dan fungsi yang sangat strategis dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Paling tidak ada tiga peran dan fungsi pemuda: pertama, agent of change; kedua, social of control, dan ketiga, moral force.
Sebagai agent of change mahasiswa dituntut bukan hanya menjadi bagian dari perubahan saja, melainkan pencetus perubahan itu sendiri. Sebagai agent of change, mahasiswa mempunyai tanggung jawab besar dalam membuat perubahan-perubahan mendasar dalam masyarakat, apalagi saat ini dinamika masyarakat begitu cepat berubah seiring perubahan global. Dalam konteks seperti ini, pemuda dapat memfungsikan diri melalui sikap kritis, semangat berubah dan ide-ide cerdasnya mengatasi kemandekan berpikir dalam masyarakat. Cara pandang sempit diarahkan kepada paradigma yang holistik dan komprehensif. Peran pemuda sebagai social of control terjadi ketika ada yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat dan pemerintah. Saat ini di Indonesia, masyarakat merasakan bahwa pemerintah hanya memikirkan dirinya sendiri dalam bertindak. Usut punya usut, pemerintah tidak menepati janji yang telah diumbar-umbar dalam kampanye mereka. Kasus hukum, korupsi, dan pendidikan merajalela dalam kehidupan berbangsa bernegara. Inilah potret mengapa pemuda yang notabene sebagai anak rakyat harus bertindak dengan ilmu dan kelebihan yang dimilikinya. Namun, perbuatan pemuda dalam social of control tidak berarti turun ke jalan saja, tapi juga dengan hal yang substansial, contohnya melalui diskusi. Dengan didukungnya pokok-pokok pikiran yang didapatkan melalui diskusi, pemuda hemat penulis akan mejadi lebih bijak dalam mengubah hal yang tidak beres dalam masyarakat maupun pemerintah. Yang terakhir sebagai moral force. Dalam sejarahnya memang banyak sekali kiprah mahasiswa yang telah menorehkan tinta emas bagi perjuangan bangsa seperti telah penulis uraikan sekilas di muka. Secara moralitas pemuda harus mampu bersikap dan bertindak lebih baik dari yang lainnya karena mereka mempunyai latar belakang sebagai kaum intelektual, di mana mereka mengatakan yang benar itu adalah benar dengan penuh kejujuran, keberanian, dan rendah hati. Pemuda juga dituntut untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya dan terbuka kepada siapa saja.
Sayangnya pemuda-pemuda yang dapat menjadi agent of change, social of control dan moral force, sulit kita jumpai pada hari ini. Mungkinkah karena globalisasi? Adanya globalisasi seringkali dituding membawa dampak buruk dalam karakter para pemuda-pemuda kita. Ibarat cerita Raja Midas yang menginginkan setiap yang disentuhnya menjadi emas, ternyata ketika keinginannya dikabulkan dia tidak semakin senang, tetapi semakin resah bahkan gila. Sebab, tidak saja rumah dan seisi rumah yan menjadi emas, tetapi istri dan anak yang disentuh pun menjadi emas sehingga sang raja pun akhirnya meratapi nasib yang kesepian tanpa ada makhluk hidup yang mendampinginya. Tak banyak pemuda-pemuda hari ini yang mempunyai idealisme, patriotisme dan nasionalisme yang bagus meskipun globalisasi menawarkan banyak kesenangan dan kemudahan.
Hal ini dikuatkan dengan kenyataan bahwa pemuda-pemuda hari ini banyak yang mengalami krisis karakter. Tawuran antar pelajar atau antar mahasiswa, meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkoba, maraknya pergaulan bebas, dan lain-lain. Hal ini merupakan beberapa contoh betapa pemuda-pemuda pada hari ini banyak yang “bermasalah”. Belum lagi banyak sekali pemuda saat ini yang terjebak dalam lingkaran apatisme, hedonisme dan semacamnya yang semuanya mengarah pada satu hal yang disebut “anti sosial”, dan mungkin saja ini karena ketidaksiapan karakter pemuda dalam menghadapi era globalisasi.
Para pemuda adalah calon generasi penerus, dan calon pemimpin negara dan bangsa masa depan. Tanpa karakter yang kuat yang dimiliki para pemuda, maka akan memiliki resiko yang besar di masa yang akan datang bagi bangsa ini. Kita dapat melihat bahwa pergaulan dunia yang semakin tanpa batas, seperti ekonomi global dimana konsumen dan produsen (coorporations) tanpa mengenal batas-batas negara, setiap konsumen hanya mau membeli barang dan jasa dengan kualitas terbaik dan harga termurah dari manapun asalnya atau siapa pembuatnya. Lihatlah Negara Cina yang telah merambah dan mengusai pasar global. Oleh karena itu perlu dibangun karakter atau watak yang kuat di kalangan pemuda sebagai jaminan masa depan negara kita: Indonesia.

RESEP PENDIDIKAN KARAKTER BAGI PEMUDA
Pendidikan karakter memang diperlukan untuk memperbaiki krisis karakter yang sedang dialami oleh para pemuda pada saat ini. Menurut Mochtar Buhori, pendidikan karakter seharusnya membawa seseorang ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata.
Banyak hasil penelitian yang membuktikan bahwa karakter seseorang dapat mempengaruhi kesuksesan seseorang. Di antaranya berdasarkan penelitian di Harvard University, Amerika Serikat, yang ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan bahwa kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Bahkan  orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter sangat urgen untuk ditingkatkan.
Dengan pendidikan karakter seorang pemuda semestinya akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi adalah bekal terpenting dalam mempersiapkan pemuda menyongsong masa depannya, karena dengannya seseorang akan dapat berhasil dalam menghadapi segala macam tantangan termasuk tantangan untuk berhasil secara akademik maupun non akademik.
Hal ini dikuatkan dengan pandangan Daniel Goleman, bahwa keberhasilan seseorang di masyarakat, ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi (EQ) dan hanya 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Seseorang yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya akan mengalami kesulitan belajar, bergaul, dan tidak dapat mengontrol emosinya. Sebaliknya para pemuda yang berkarakter atau mempunyai kecerdasan emosi tinggi akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh pemuda lainnya seperti kenakalan, tawuran,  narkoba, miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya.
Begitu pentingnya pendidikan karakter, sampai-sampai beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Cina sudah menerapkan model pendidikan karakter. Hasil penelitian di negara-negara ini menyatakan bahwa implementasi pendidikan karakter yang tersusun secara sistematis, berdampak positif pada pencapaian akademis.
Di Indonesia pendidikan karakter sebenarnya sudah lama digagas dan diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah-sekolah, khususnya dalam pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan dan sebagainya. Namun implementasi pendidikan karakter itu masih terseok-seok dan belum optimal. Itu karena pendidikan karakter bukanlah sebuah proses menghapal materi soal ujian, dan teknik-teknik menjawabnya. Pendidikan karakter memerlukan pembiasaan. Pembiasaan untuk berbuat baik, pembiasaan untuk berlaku jujur, ksatria, malu berbuat curang, malu bersikap malas, malu membiarkan lingkungannya kotor. Karakter tidak terbentuk secara instan, tapi harus dilatih secara serius dan proporsional agar mencapai bentuk dan kekuatan yang ideal.
Dalam Bab II, Dasar, Fungsi dan Tujuan, Pasal 3, UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, juga mengisyaratkan tentang pentingnya pendidikan karakter:

Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Jika bangsa ini konsisten dan mempunyai tekad yang kuat untuk “mengarusutamakan” pendidikan karakter di kalangan pemuda, tentu bisa direalisasikan. Bagi Indonesia sekarang ini, pendidikan karakter di kalangan pemuda juga berarti melakukan usaha sungguh-sungguh, sistematik dan berkelanjutan untuk membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter para pemuda-pemuda Indonesia. Dengan kata lain, tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri, tanpa kegigihan, tanpa semangat belajar yang tinggi, tanpa mengembangkan rasa tanggung jawab, tanpa memupuk persatuan di tengah-tengah kebhinekaan, tanpa semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama, serta tanpa rasa percaya diri dan optimisme yang mestinya dapat tumbuh di kalangan pemuda sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini kelak.
Pendidikan karakter dilakukan melalui pendidikan nilai-nilai atau kebajikan yang menjadi nilai dasar karakter bangsa. Kebajikan yang menjadi atribut suatu karakter pada dasarnya adalah nilai. Oleh karena itu, pendidikan karakter pada dasarnya adalah pengembangan nilai-nilai yang berasal dari pandangan hidup atau ideologi bangsa Indonesia, agama, budaya, dan nilai-nilai yang terumuskan dalam tujuan pendidikan nasional.
Nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter di Indonesia diidentifikasi berasal dari empat sumber. Pertama, Agama. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat beragama. Oleh karena itu, kehidupan individu, masyarakat dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaannya. Secara politis, kehidupan kenegaraan pun didasari pada nilai-nilai yang berasal dari agama. Karenanya, nilai-nilai pendidikan karakter harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama.
Kedua, Pancasila. Negara Kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsip-prinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila. Pancasila terdapat pada Pembukaan UUD 1945 yang dijabarkan lebih lanjut ke dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945. Artinya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan, budaya dan seni. Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara.
Ketiga, Budaya. Sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak didasari nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat tersebut. Nilai budaya ini dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antar anggota masyarakat tersebut. Posisi budaya yang demikian penting dalam kehidupan masyarakat mengharuskan budaya menjadi sumber nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.
Keempat, Tujuan Pendidikan Nasional. UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. Tujuan pendidikan nasional sebagai rumusan kualitas yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia, dikembangkan oleh berbagai satuan pendidikan di berbagai jenjang dan jalur. Tujuan pendidikan nasional memuat berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia. Oleh karena itu, tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.
Berdasarkan keempat sumber nilai tersebut, teridentifikasi sejumlah nilai untuk pendidikan karakter seperti tabel 2.1 sebagai berikut:

Tabel 1

Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Karakter
Yang Dapat Dikembangkan Di Kalangan Pemuda
No
Nilai
Deskripsi
1
Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2
Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3
Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4
Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5
Kerja Keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6
Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7
Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8
Demokratis
Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9
Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat atau didengar.
10
Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11
Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas diri dan kelompoknya.
12
Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan oran lain.
13
Bersahabat/ Komunikatif
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerjasama dengan orang lain.
14
Cinta Damai
Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
15
Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16
Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17
Peduli sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18
Tanggung jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara, dan Tuhan YME.

Delapan belas nilai untuk pendidikan karakter di atas dapat ditambah atau dikurangi dengan menyesuaikan kebutuhan di kalangan pemuda.


semoga bermanfaat....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar